Oleh: gragecirebon | 16-Mei-2008

Wis Wayae

Isu terbaru untuk wilayah Cirebon adalah menjadi propinsi. Isu ini dihangatkan kembali setelah kemenangan pasangan Hade dalam pemilihan gubernur Jawa Barat. Wis Wayae merupakan term yang saa temui beberapa waktu yang lalu semasa Cirebon memilih Walikota Baru. Kata ini sebenarnya menurut saya sangat menarik seolah suatu ungkapan untuk berubah. Nah, untuk isu seirius yang berkiatan langsung dengan kemajuan Cirebon akan di kelompokkan dalam Rubrik Wis Waye ini.,. THank buat calon walikota cirebon yang dulu menggunakan kata kunci yang mengilhami ini (kalau gak salah suami daripada teman SMA saya).


Responses

  1. Dilihat dari berbagai sudut pandang PROPINSI CIREBON sudah layak berdiri, malah seharusnya sudah dilakukan sejak kompeni angkat kaki dari bumi cirebon ini. cuma mungkin saat itu KI GEDE-KI GEDE di Cirebon kurang serius dan heroik dalam memperjuangkannya, Apalagi jaman ORBA yang kita tahu semua keputusan diambil pemerintah pusat, wacana itu hampir tenggelam dan serba kikuk dalam memperjuangkan wacana ini.
    Jika dilihat dari Sejarah, dimana CIREBON pernah menjadi sebuah KERAJAAN ISLAM dengan para pemimpinnya yang kharismatik, sangat disegani dan dihormati sampai saat ini, bahkan wilayahnya pun selain ciayumajakuning, juga hampir sepanjang pantai utara pulau jawa bagian barat, dan jawa tengah bagian barat, sejarah ini merupakan modal utama, dan eksistensi sejarah ini tidak usah diragukan lagi,
    Kedua adalah tentang wilayah dan jumlah penduduk, wilayah dan jumlah penduduk Ciayumajakuning saat ini sudah cukup memenuhi syarat berdirinya sebuah PROPINSI, apalagi jika saudara kita di wilayah timur dan barat Cirebon seperti Brebes, Subang dan Karawang yang secara batin masih ada ikatan emosional mau bergabung itu lebih baik.
    ketiga tentang infrastruktur, hal ini juga tidak usah diragulkan lagi, Cirebon punya segalanya, disini ada pelabuhan, ada lapangan terbang, jalur kereta api ke tujuan jalur selatan dan utara jawa tengah dan timur, jalan utama darat dan lintasan yang hidup 24 jam, kemudian jika dilihat dari Sumber daya alam (SDA) diwilayah ini punya laut yang panjang dan kekayaan laut ini masih belum tergali. ada banyak potensi wisata alam dan budaya, ada minyak, gula dan lumbungnya beras, dan masih banyak lagi, yang masih bisa digali dan ditingkatkan,

    Kita jangan hiraukan orang-orang atau pejabat yang pesimis dan negative dengan alasan SDM-lah, diwilayah ini banyak sarjana nganggur, banyak pula SDM di Pemda yang belum diberdayakan, masa se bumi cirebon ini gak ada sdm yang mampu memimpin, itu sangat merendahkan wong carbon, kalau memang gak ada, pada tahap awal kita bisa minta bantuan Pemerintah Pusat dan Propinsi Jabar untuk ngebimbing, sebagai starter gak usah malu-malu import SDM dari Jabar dan Propinsi lainnya. Sebagi contoh Propinsi Banten SDMnya sebagian besar dari Propinsi Jabar, sekarang mereka sudah bisa jalan sendiri, merencanakan dan menentukan arah pembangunannya sendiri. semua memang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, kalau ingin maju ya harus perih dulu, jangan minta disuapin terus. kalo masih ngegandul ke Propinsi Jabar kapan akan majunya, nanti malah jalan ditempat, ngurut dada terus melihat wilayah lain maju pesat, sekarang sudah waktunya ambil keputusan, untuk memperjuangkan wilayah sendiri menjadi lebih maju, berpisah dengan jabar bukan berarti putus hubungan dan jelek, setelah berdiri PROPINSI CIREBON malah kita bisa bekerja sama dengan Jabar dan propinsi lainya.
    Inget pepatah sejarah Mbah kuwu Cakrabuana dan Jeng Sunan Jati, Kien wani, kiki wani, kapan bae wani, Wani ambil keputusan, wani ambil resiko dan Wani Memperjuangkannya, biar cirebon lebih maju, rakyat lebih sejahtera,…….
    yuuk kita berjuang bersama dan kita dukung KI GEDE Nana Sudiana sebalad-balade dalam mepasilitasi dan memperjuangkan PROPINSI CIREBON……….wis wayahe………… (Salam saking Kula Muchlas, tiang grage ana ning Bandung e-mail : garage_crb@yahoo.co.id, 022-91112615)

    nyambung lagi yah…,
    Punten nanggapi tulisan kang coki ….. Kang coki punten banget jangan membuat statemen gak bener. Bahwa orang jawa (Cirebon) benci orang sunda… gak bener itu, jawa dan sunda yang ada di Cirebon adalah hasil pembauran budaya, coba anda datang ke Pemkot cirebon disana banyak pejabat yang berasal dari kuningan, banyak karyawan berasal dari majalengka, Bupati Cirebon juga orang Kuningan, jadi gak beralasan kalau orang jawa cirebon membenci orang sunda, apalagi punten banget Pendiri cirebon sendiri merupakan Putra Mahkota Raja Pajajaran yang notabene wong sunda banget.
    Saya sendiri lahir dari hasil pembauran jawa dan sunda cirebon, gak ada tuh benci membenci yang ada adalah rasa kebersamaan dua bahasa satu budaya, satu komunitas, satu daerah, satu wilayah ya CIREBON.
    Sebagai contoh dalam kebersamaan : saya selama 3 tahun (2001-2004) merantau di Kota Serang-Banten, disana saya bergabung dengan satu komunitas yang dinamakan CIMAYUNGAN (Cirebon Majalengka Indramayu dan Kuningan)….ada kuningnya kan…! yang saat itu dipimpin oleh Wakli Ketua DPRD Prop.Banten, yang berasal dari Cirebon yaitu Bapak Jamaluddin (Alm) disana saya enak banget hidup rukun saling membantu antara warga CIMAYUNGAN berbaur dengan warga Banten, tidak ada tuh saling membenci antara jawa sunda cirebon. jadi gak ada tuh orang jawa benci sunda di Cirebon. Justru disini terjadi pembauran antara sunda dan jawa

    Mungkin kalau orang jawanya yang dimaksud adalah jawa tengah dan jawa timur itu karena ada keterkaitannya dengan SEJARAH HITAM PERANG BUBAT itu sah-sah saja, dan bukan hanya orang kuningan saja yang benci, saya juga dan mungkin seluruh orang jawa barat juga benci banget, bukan sama orang jawanya, tapi sama oknum Patih majapahit bersama bala tentaranya yang nggak jujur, nggak satria, nggak gentle gitu lho……dan itu menurut saya bukan perang, tapi pembantaian terhadap raja, putri citraresmi dan tentara sunda yang datang untuk pinangan. Kalau perang beneran saya yakin banget mereka nggak wani ngelawan tentara kerajaan sunda. Gak ada dalam sejarahnya sejak jaman raja-raja sunda sampai KERAJAAN ISLAM CIREBON, kerajaan Jawa dari jaman Majapahit sampe mataram wani nyerang Wilayah KERAJAAN SUNDA (Pajajaran dan Galuh) dan KERAJAAN ISLAM CIREBON.

    Kembali ke pokok permasalahan yah…
    Cirebon ama kuningan …wah itu hubungan bapak dan anak jangan di urek-urek lagi kang….

    Nah sekarang yuuuck kita dukung Deklarasi Pendirian PROPINSI CIREBON demi kepentingan bersama orang atau warga CIAYUMAJAKUNING atau CIMAYUNGAN.
    kalau masalah ibukota kan harus siap infrastruturnya, nah sekarang ini yang paling siap jadi pusat pemerintahan kan KOTA CIREBON, atau ke arah selatan ya Daerah Sumber…biar sejuk kaya Bandung, Kalau kantor-kantor Dinasnya bisa saja di masing-masing kota/kabupaten disesuaikan sumberdaya yang ada di Kota atau Kabupaten tersebut

    (Salam Muchlas, tiang grage ana ning Bandung e-mail : garage_crb@yahoo.co.id, 022-91112615)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: